Mengenal Jenis dan Sifat Mortar Lebih Jauh

Anda tentunya pernah mendengar kata mortar. Mortar atau yang sering disebut sebagai spesi atau mortel merupakan campuran pasir, air, serta bahan perekatnya, semua bahan tersebut kemudian di aduk hingga homogen. Disini pasir harus direkatkan dengan bahan perekat seperti kapur, tanah liat, semen merah atau juga batu bata merah yng telah dihaluskan, serta semen portland. Berbagai macam jenis mortar sering digunakan pada pembangunan sehari hari. Jenis ini dibedakan dari bahan perekatnya, sehingga terdapat 4 jenis mortar yang sering kita jumpai. Jenis dan sifat mortar yang digunakan sehari hari berbeda beda. Seperti Mortar semen, dimana mortar ini merupakan sebuah campuran dari pasir, air, serta semen. Jenis mortar ini lebih kuat atau paling kuat jika dibadingkan dengan jenis mortar lainnya yang berbahan seperti tanah liat dan lain lain.

Mortar berbahan lumpur juga tentunya memiliki kekuatan yang berbeda dari semen. Mortar lumpur ini diperoleh dari hasil campuran lumpur atau tanah liat, pasir, dan juga air. Semua bahan tersebut dicampur merata dan homogen, sehingga dihasilkan mortar dengan kelecakan yang baik atau cukup baik. Jumlah dari pasir dalam mortar ini harus diberikan dengan tepat agar diperoleh hasil adukan yang bagus atau baik. Jika adonan terlalu sedikit bahan pasirnya, maka akan menghasilkan mortar dengan hasil yang kurang baik yaitu terdapat retakan retakan. Setelah mortar ini mengeras, retakan tersebut akan semakin terlihat  karena akibat  dari besarnya penyusutan atau pengeringan. Jenis dan sifat mortar lumpur ini biasanya digunakan untuk bahan dari tembok atau kompor atau tungku api yang ada di pedesaan.

Berbeda lagi dengan mortar kapur, mortan ini dibuat dengan campuran kapur, semen merah pasir, dan juga air. Caranya adalah kapur dan juga pasir pertama-tama  dicampur merata dalam keadaan bahan tersebut kering, dan kemudian campurkan atau tambahkan air. Air disini diberikan dengan takaran yang secukupnya, ini bertujuan agar diperoleh hasil adukan yang kelecakannya baik. Selama pengadukan atau proses pelekatan, bahan kapur ini akan mengalami penyusutan sehingga nantinya jumlah dari pasir yang digunakan yaitu harus tiga kali dari volume kapur. Bahan kapur yang digunakan adalah jenis hydraulic lime dan juga fat lime. Jenis dan sifat mortar yang satu ini tentu lebih baik kualitasnya jika dibandingkan dengan mortar dari bahan lumpur, karena bahannya sendiri jauh lebih kompleks.

Satu lagi jenis mortar yaitu mortar khusus. Mortar jenis ini dibuat yaitu dengan cara menambahkan beberapa bahan khusus lainnya seperti pada mortar semen dan mortar kapur dengan memiliki tujuan tertentu. Mortar jenis ringan ini diperoleh dengan cara menambahkan bahan seperti jutes fibres atau serat alami, asbestos fibres, serbuk kayu, butiran kayu, serbuk kaca serta bahan sebagainya. Mortar khusus ini digunakan dengan maksud dan tujuan  tertentu, misalnya sebagai contohnya adalah mortar akan tahan api akan diperoleh dengan cara penambahan bata merah bubuk dengansemen khusus, perbandingannya adalah serbuk batu api dua kali lebih banyak dari semennya. Biasanya mortar jenis ini digunakan pada tungku api. Melihat jenis dan sifat mortar tentunya mortar memiliki karakteristik sifat yang tahan lama, murah, melekat lebih baik, tahan rembesan air, mudah pengerjaannya, cepat kering, tidak akan timbul retakan sesaat setelah dipasang. Semoga informasi ini dapat membantu dan bermanfaat untuk anda semua yang membutuhkannya.